Senin, 04 Agustus 2014

lebaran 2014 (part 1)

Lebaran kali ini tidak sperti lebaran pada tahun tahun sebelumnya. Di lebaran yang dulu, pasti segera ke rumah eyangku di blitar. Bahkan tidak jarang kami sekeluarga ke rumah eyang sebelum lebaran tiba sehingga kami melakukan solat ied di sana. Ya. Tapi tidak untuk lebaran tahun ini.
Keempat eyangku dari abi dan mamaku sudah tidak ada lagi. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengunjungi saudara abiku di malang. Maklum, semua saudara abiku telah memiliki keluarga besar sendiri sendiri. Tinggal abiku saja yang bisa dibilang belum memiliki keluarga besar.
Yup.. karena alasan itu kami sekeluarga memutuskan untuk merencanakan sebuah liburan pendek. Toh acara kumpul keluarga di blitar baru diadakan mulai hari kamis hingga sabtu malam.
Tanpa perencanaan yang jelas, kami berkemas setalah melakukan solat ied. Hanya dengan waktu kurang dari 1 jam kami menyiapkan segala keperluan untuk perjalanan seminggu ke depan.
Tidak jelas memang perjalanan yang akan kami lakukan. Hanya berusaha menuruti kemauan adikku yang paling kecil pergi ke daerah jawa tengah, khususnya daerah semarang, dan Yogyakarta.
Seusai berkemas, kami segera mengunjungi saudara-saudara abiku dan pada senin siang usai berlebaran di malang kami langsung meneruskan perjalanan menuju jawa tengah. Tapi perjalanan ini bukan sekedar liburan, karena kami juga akan mengunjungu adik eyangku yang rumahnya ada di daerah bojonegoro yang berbatasan dengan jawa tengah.

Perjalanannya sangat amat panjang. Bisa dibilang ini merupakan perjalanan terjauh kami menggunakan kendaraan sendiri. Sekitar pukul 12.30 kami jalan dari malang dan kami baru sampai di rumah mbah ron pukul 20.00. sangaaat jaaaauuuuuh ternyata. Padahal jalanan juga tidak macet pada saat itu.
Tidak seperti yang aku banyangkan. Aku pikir lingkungan tempat tinggal mbah ron sebelas-dua belas dengan rumah eyangku di blitar. Hem tapiii ternyataaa.
Kanget. Tidak menyangka di daerah jawa masih ada daerah yang seperti itu. Kalau kata mama, keadaan di desa mbah ron seperti keadaan di desa eyangku pada tahun 70an. Rumah disekitarnya masih berupa gedek. Masih bagus rumah mbah ron terbuat dari kayu jati. Tidak ada lantai plester, apalagi keramik. Lantainya masih berupa tanah. Aku bukan tipe orang yang “kemenyek”. Sebenarnya gapapa. Masih nyaman suasananya. Tapi yang membuat tidak nyaman, kamar mandinya. Jangan dibayangkan kamar mandinya tertutup kayu juga seperti rumah utama. Kamar mandinya hanya dibuat seperti rumah rumahan yang terbuat dari gedek. Aaaaaakkkk bingung mandinya gimana. Mau pipis juga cepet cepet pasti. Kurang nyaman saja untuk mandi di tempat yang menurutku sedikit terbuka itu.
Oh iya, kamar mandinya tidak ada WC. WC dibuat terpisah di halaman belakang rumah. EEhhhmm jangan dikira WC nya nyaman. WC nya hanya berupa gubuk kecil dari gedek dengan lubang untuk buang air di tengahnya.
Aku paham kenapa mbah ron tidak mau repot repot membuat kamar mandi yang lebih baik lagi. Daerah tempat mbah ron sulit air. Satu sumur bisa digunakan oleh 7 kepala keluarga. Sulit sekali mencari sumber air dan belum ada PDAM di sana. Jadi, sebisa mungkin mereka berhemat air. Masih bagus kemaren ada air di sana. Kata mbah ron, kalo musim kemarau tiba, air sumur bisa jadi kering.
Untuk apa kan membuat kamar mandi yang apik, tapi air saja susah didapat.
Alhamdulillah di rumahku dan rumah eyangku sudah nyaman. Tidak ada lagi kamar mandi seperti itu. Melihat kehidupan mbah ron yang seperti itu membuatku terharu dan makin bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini. Sepertinya banyak hal-hal kecil yang kita terima yang lupa untuk disyukuri.
Desa mbah ron adem ayem. Masih alami. Jalan depan rumah pun masih makadam. Yang paling membuatku heran, ketika pagi hari bangun dan berjalan keluar, anak sapi dan kambing berkeliaran di jalanan tanpa ada tali pengikat ataupun penggembalanya, dan itu adalah hal yang biasa sepertinya.
Haha asik melihat hal hal seperti itu. Sempat aku dan adikku berusaha untuk mendekati seekor kambing dan berusaha untuk memegangnya. Tapi ya tentu  saja kanbingnya langsung lari.
Sudah jam 8 pagi dan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke semarang. Kami memperkirakan akan tiba di semarang sekitar pukul 1 siang dan tiba di daerah Yogyakarta pada malam harinya dan mencari penginapan di sana.
Yaaaaa…. Itu rencanaa.. haha tapi terkadang rencana belum tentu bisa berjallan dengan baik juga kaaan haha       (part 2)


foto keluarga~

rumah mbah ron :)

yah beginilah kamar mandinya. makanya jadi galau kalo mau mandi :"""

Tidak ada komentar:

Posting Komentar