Lebaran kali ini tidak sperti lebaran pada tahun tahun
sebelumnya. Di lebaran yang dulu, pasti segera ke rumah eyangku di blitar.
Bahkan tidak jarang kami sekeluarga ke rumah eyang sebelum lebaran tiba
sehingga kami melakukan solat ied di sana. Ya. Tapi tidak untuk lebaran tahun
ini.
Keempat eyangku dari abi dan mamaku sudah tidak ada lagi.
Dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengunjungi saudara abiku di
malang. Maklum, semua saudara abiku telah memiliki keluarga besar sendiri
sendiri. Tinggal abiku saja yang bisa dibilang belum memiliki keluarga besar.
Yup.. karena alasan itu kami sekeluarga memutuskan untuk
merencanakan sebuah liburan pendek. Toh acara kumpul keluarga di blitar baru
diadakan mulai hari kamis hingga sabtu malam.
Tanpa perencanaan yang jelas, kami berkemas setalah
melakukan solat ied. Hanya dengan waktu kurang dari 1 jam kami menyiapkan
segala keperluan untuk perjalanan seminggu ke depan.
Tidak jelas memang perjalanan yang akan kami lakukan. Hanya
berusaha menuruti kemauan adikku yang paling kecil pergi ke daerah jawa tengah,
khususnya daerah semarang, dan Yogyakarta.
Seusai berkemas, kami segera mengunjungi saudara-saudara
abiku dan pada senin siang usai berlebaran di malang kami langsung meneruskan
perjalanan menuju jawa tengah. Tapi perjalanan ini bukan sekedar liburan,
karena kami juga akan mengunjungu adik eyangku yang rumahnya ada di daerah
bojonegoro yang berbatasan dengan jawa tengah.
Perjalanannya sangat amat panjang. Bisa dibilang ini
merupakan perjalanan terjauh kami menggunakan kendaraan sendiri. Sekitar pukul
12.30 kami jalan dari malang dan kami baru sampai di rumah mbah ron pukul
20.00. sangaaat jaaaauuuuuh ternyata. Padahal jalanan juga tidak macet pada
saat itu.
Tidak seperti yang aku banyangkan. Aku pikir lingkungan
tempat tinggal mbah ron sebelas-dua belas dengan rumah eyangku di blitar. Hem
tapiii ternyataaa.
Kanget. Tidak menyangka di daerah jawa masih ada daerah yang
seperti itu. Kalau kata mama, keadaan di desa mbah ron seperti keadaan di desa
eyangku pada tahun 70an. Rumah disekitarnya masih berupa gedek. Masih bagus
rumah mbah ron terbuat dari kayu jati. Tidak ada lantai plester, apalagi
keramik. Lantainya masih berupa tanah. Aku bukan tipe orang yang “kemenyek”.
Sebenarnya gapapa. Masih nyaman suasananya. Tapi yang membuat tidak nyaman,
kamar mandinya. Jangan dibayangkan kamar mandinya tertutup kayu juga seperti
rumah utama. Kamar mandinya hanya dibuat seperti rumah rumahan yang terbuat
dari gedek. Aaaaaakkkk bingung mandinya gimana. Mau pipis juga cepet cepet
pasti. Kurang nyaman saja untuk mandi di tempat yang menurutku sedikit terbuka
itu.
Oh iya, kamar mandinya tidak ada WC. WC dibuat terpisah di
halaman belakang rumah. EEhhhmm jangan dikira WC nya nyaman. WC nya hanya
berupa gubuk kecil dari gedek dengan lubang untuk buang air di tengahnya.
Aku paham kenapa mbah ron tidak mau repot repot membuat
kamar mandi yang lebih baik lagi. Daerah tempat mbah ron sulit air. Satu sumur
bisa digunakan oleh 7 kepala keluarga. Sulit sekali mencari sumber air dan
belum ada PDAM di sana. Jadi, sebisa mungkin mereka berhemat air. Masih bagus
kemaren ada air di sana. Kata mbah ron, kalo musim kemarau tiba, air sumur bisa
jadi kering.
Untuk apa kan membuat kamar mandi yang apik, tapi air saja
susah didapat.
Alhamdulillah di rumahku dan rumah eyangku sudah nyaman.
Tidak ada lagi kamar mandi seperti itu. Melihat kehidupan mbah ron yang seperti
itu membuatku terharu dan makin bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini.
Sepertinya banyak hal-hal kecil yang kita terima yang lupa untuk disyukuri.
Desa mbah ron adem ayem. Masih alami. Jalan depan rumah pun
masih makadam. Yang paling membuatku heran, ketika pagi hari bangun dan
berjalan keluar, anak sapi dan kambing berkeliaran di jalanan tanpa ada tali
pengikat ataupun penggembalanya, dan itu adalah hal yang biasa sepertinya.
Haha asik melihat hal hal seperti itu. Sempat aku dan adikku
berusaha untuk mendekati seekor kambing dan berusaha untuk memegangnya. Tapi ya
tentu saja kanbingnya langsung lari.
Sudah jam 8 pagi dan kami memutuskan untuk melanjutkan
perjalanan ke semarang. Kami memperkirakan akan tiba di semarang sekitar pukul
1 siang dan tiba di daerah Yogyakarta pada malam harinya dan mencari penginapan
di sana.
Yaaaaa…. Itu rencanaa.. haha tapi terkadang
rencana belum tentu bisa berjallan dengan baik juga kaaan haha (part 2)| foto keluarga~ |
![]() |
| rumah mbah ron :) |
![]() |
| yah beginilah kamar mandinya. makanya jadi galau kalo mau mandi :""" |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar